Menu Close

OJK Gelar Governansi Insight Forum untuk Perkuat Integritas Sektor Keuangan di Sulawesi Selatan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama berbagai pemangku kepentingan, termasuk Ikatan PIMTI Perempuan Indonesia, menyelenggarakan Governansi Insight Forum dengan tema “Transformasi Governansi Pilar Penyangga Integritas OJK” pada Senin, 8 Juli 2024, di Hotel Claro. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan dan kolaborasi antara OJK dan seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan ekosistem sektor jasa keuangan yang sehat dan berintegritas. Forum ini dihadiri oleh perwakilan dari Ikatan PIMTI Perempuan Indonesia, yaitu Ibu Sally Salamah, Ibu Animaharsi, Ibu Fajarini Puntodewi, Ibu Yuni Poerwanti, Ibu Novia Widyaningtyas, dan Ibu Titi Eko Rahayu. Acara dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan doa dan pemutaran video kaleidoskop kegiatan OJK.

Dalam pembukaan, Ketua Dewan Audit OJK, Ibu Sophia Wattimena, menyampaikan komitmen OJK untuk terus mengampanyekan pentingnya penegakan governansi dan integritas, khususnya di sektor jasa keuangan. “Jika kita lihat kondisi governansi di Indonesia dari berbagai hasil penilaian, seperti Corruption Perception Index (CPI) dan Survei Penilaian Integritas (SPI) KPK, terlihat bahwa level governansi dan integritas di Indonesia masih belum seperti yang diharapkan. Oleh karena itu, kita bersama-sama perlu berkolaborasi untuk memperbaiki kondisi tersebut dan mewujudkan Indonesia yang bersih dari korupsi, termasuk pada sektor jasa keuangan,” ujar Ibu Sophia. Penjabat Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan, yang diwakili oleh Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Sulawesi Selatan, Bapak Abdul Azis Bennu, turut memberikan sambutan. Ia mengakui bahwa tantangan yang dihadapi Pemerintah Daerah semakin meningkat, sehingga membutuhkan transparansi dan akuntabilitas yang lebih tinggi. “Forum ini merupakan wadah penting untuk berkolaborasi dan harmonisasi sebagai pondasi kokoh bagi kemajuan sektor jasa keuangan, khususnya di daerah,” kata Bapak Abdul Azis Bennu.

Rangkaian kegiatan forum ini mencakup pemaparan materi dan diskusi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Semua pihak yang hadir menyadari pentingnya menjaga integritas dan menerapkan governansi yang baik di semua lini sektor jasa keuangan. Dengan adanya kegiatan ini, OJK bersama para pemangku kepentingan, termasuk Ikatan PIMTI Perempuan Indonesia, berkomitmen untuk terus bekerja sama dalam menciptakan ekosistem keuangan yang transparan, akuntabel, dan berintegritas. Upaya ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan level governansi dan integritas di Indonesia serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif. (Laporan Putri, Puji)