Menu Close

Mengenang Ibu DRA. RIZA SARASVITA,Msi, MHS., Ph.D

Jumat pagi, 31 Mei 2024 kami dikejutkan dengan khabar dukacita yang beredar di WAG Pimti, yang memang tidak pernah mati selama 7/24, Dra. Riza Sarasvita, M.Si., MHS, PhD, Deputi Bidang Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional, teman, kolega yang sangat handal dalam bertugas, mengakhiri perjalanannya di dunia menghadap Illahi di hari yang sangat dimuliakan oleh umat muslim, hari Jumat. Tidak banyak yang saya ketahui, kecuali sejak beberapa bulan yang lalu, kami di Ikatan PIMTI Perempuan Indonesia, mengusulkan adanya WAG baru, khusus bagi ibu-2 para survivor cancer atau yang sedang dalam pengobatan mencapai kesembuhan.

Komunikasi yang terjalin hanyalah melalui WAG, tentang proses yang sedang dijalani, obat-obat yang sedang di konsumsi, termasuk keluhan dari setiap pengobatan yang kami jalani, dan yang lebih pentingnya adalah saling memberi semangat dan penguatan menjalani pengobatan. Hari minggu, 26 Mei 2024 kami membezuk beliau, dan terlihat semangat yang luar biasa dari Ibu Riza untuk sembuh. Suaranya masih lantang dan tegas ketika menerima telpon dari mereka-mereka yang membutuhkan uluran tangan beliau untuk rehabilitasi. Jadi, berita Jumat pagi itu membuat kami syok, tidak mengira beliau akan secepat itu meninggalkan kita semua. Ibu Riza lahir di Jakarta, 60 tahun yang lalu, tepatnya 1 November 1964. Mengawali karirnya di Pusdiklat SDM Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. Dan menjadi salah satu eselon 4 di Direktorat Penunjang Medik Dirjen Yanmed Kemenkes.

Sesuai dengan latar belakang beliau sebagai psikolog lulusan UI, plus berbagai pendidikan lanjutan yang didalaminya, Tahun 2009-2014 beliau bertugas di RSKO dimana lebih banyak dihabiskan bertugas sebagai Kepala Sub direktorat Pencegahan dan Penanggulangan Penyalahgunaan Napza. Baru ppada tahun 2014 beliau mulai mengabdi di Badan Narkotika Nasional (BNN). Pada masa hidupnya beliau mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan ke berbagai institusi pendidikan ternama dalam dan luar negeri. Beliau lulus S2 bidang psikologi klinis dari UI di tahun 2001. Belum puas dengan capaian tersebut, beliau mendapatkan beasiswa S2 untuk bidang mental health di School of Public Health-Johns Hopkin University- Baltimore, USA di tahun 2005. Dan pendidikan terakhir Doctor of philosophy (Ph.D) di bidang Clinical Pharmacology beliau raih dari School of Medicine University of Adelaide- Australia di tahun 2010.

Dibawah beliau Komite Teknis Pengembangan Standar Rehabilitasi Pecandu Narkotika, Komtek KT 03-11 yang berada di Kementerian Koordinator PMK dipindahkan dan menjadi tanggung jawab BNN. Komtek 03-11 telah menetapkan satu standar SNI 8807:2019 di tahun 2019 dan telah dilakukan revisi menjadi SNI 8807:2022, yakni Standar Penyelenggara Layanan Rehabilitasi Bagi Pecandu, Penyalahguna, dan Korban Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif Lainnya (NAPZA). Dari kegiatan ini pula, BNN mendapatkan penghargaan Indeks Maturitas Tata Kelola SPK Level 3 dari Badan Standardisasi Nasional di tahun 2023. Selain menjadi pembicara di berbagai kegiatan, bu Riza juga menulis berbagai karya tulis ilmiah terkait isu keluarga, kecanduan obat, dan penyalahgunaan obat yang telah dipublikasikan baik di jurnal ilmiah nasional maupun internasional, dengan 253 sitasi (dirujuk) sejak tahun 2019 (google scholar). Beliau juga aktif membimbing mahasiswa di berbagai perguruan tinggi.

Dari sahabat beliau, dr Eni Gustina yang sama-sama berkarir di Kemenkes menceritakan aktifitas beliau semasa menjadi Resimen mahasiswa di UI, dan betapa selama hidupnya, beliau orang yang tegas tetapi juga sangat perhatian terhadap sesama yang membutuhkan bantuan. Beliau meninggalkan dua orang anak yang telah selesai menempuh jenjang S1 nya. Selamat jalan, bu Riza.Jasamu bagi negeri ini tidak akan pernah dilupakan. Selamat bertemu kembali dengan suami tercinta (yang telah wafat di tahun 2017). Kami doakan semoga Ibu ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah SWT. Doakan kami dari sana, untuk masih tetap semangat menjalani hari-hari melawan penyakit tersebut dan keluar sebagai pemenangnya. Lahal- fathihah.

(Penulis: Puji Winarni, Eni Gustina)