PROSPERA menyelenggarakan kegiatan “Inclusive and Transformative Leadership” sebagai bagian dari Women in Leadership di Jakarta, 22 Agustus 2024. Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk dari Ikatan PIMTI Perempuan Indonesia yang diwakili oleh Ibu Sri Hadiati Wara Kustriani, Ibu Lenny N. Rosalin sebagai salah satu narasumber, Ibu Femmy Eka Kartika Putri, dan Ibu Esthy Reko Astuti.
Kegiatan ini menyoroti pentingnya peran kepemimpinan perempuan dalam sektor publik. Kepemimpinan perempuan tidak hanya membawa manfaat bagi organisasi, tetapi juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi negara. Penelitian menunjukkan bahwa organisasi yang dipimpin oleh perempuan lebih produktif, responsif terhadap masalah, dan efektif dalam mengeksplorasi peluang baru. Selain itu, keterlibatan perempuan dalam angkatan kerja berhubungan langsung dengan pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat dan tangguh, seperti yang diungkapkan dalam laporan IMF.
Kepemimpinan perempuan juga berkontribusi pada pengembangan kebijakan yang lebih inklusif dan responsif terhadap isu-isu gender. Kebijakan yang dirancang dengan perspektif gender menjadi lebih terarah dan efektif, sementara sektor publik yang lebih inklusif juga menjadi lebih akuntabel. Beberapa pejabat yang dapat menjadi contoh pemimpin transformasional telah menunjukkan kemampuan dalam memahami isu-isu ini termasuk Ibu Sri Mulyani, Menteri Keuangan Indonesia, yang menyoroti pentingnya mengurangi hambatan bagi perempuan untuk mengejar peluang ekonomi; Lenny N Rosalin, Deputi Bidang Kesetaraan Gender- Kementerian PPPA (2021-2024), menekankan pentingnya kolaborasi global untuk pemberdayaan perempuan dan pengentasan kemiskinan, dan Erick Thohir, Menteri BUMN, di tahun 2021 telah memberikan instruksi secara tertulis kepada seluruh jajaran kementerian BUMN untuk meningkatkan representasi perempuan dan generasi muda dalam kepemimpinan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan (29 Oktober 2021).
Dalam sesi diskusi, Ibu Lenny N. Rosalin selaku narasumber menyampaikan laporan terkini yang menunjukkan masih adanya kesenjangan signifikan dalam representasi perempuan di posisi kepemimpinan. Data terbaru dari tahun 2023 (BKN Semester II, 2023) menunjukkan bahwa dari tujuh posisi JPT Utama, hanya satu yang dipegang oleh perempuan, sedangkan di tingkat JPT Madya dan JPT Pratama, hanya 16% posisi yang diisi oleh perempuan. Angka-angka ini menegaskan perlunya upaya lebih lanjut untuk meningkatkan keterlibatan perempuan dalam sektor publik dan pemerintahan.
Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong langkah-langkah konkret untuk memajukan kepemimpinan perempuan dan memastikan bahwa perempuan memiliki kesempatan yang lebih besar untuk berperan aktif dalam pengambilan keputusan di berbagai tingkat pemerintahan dan sektor publik.