Menu Close

Otoritas Jasa Keuangan Selenggarakan Seminar Bertajuk Perempuan Cerdas, Berdaya dan Berintegritas Menuju Indonesia Emas

22 April 2025

Dalam rangka memeringati Hari Kartini dan sekaligus Hari Bumi, Otoritas Jasa Keuangan dan Ikatan Pimpinan Tinggi Perempuan (PIMTI) Indonesia menggelar Seminar bertajuk “ Perempuan Cerdas, Berdaya dan Berintegritas Menuju Indonesia Emas, Selasa, 22 April 2025 bertempat di Ruang Serbaguna Lt. 25 Gedung MRP- Bank Indonesia. Kegiatan dilaksanakan secara luring dan daring ini menghadirkan pembicara perempuan-2 hebat yang dimiliki Indonesia: Ibu Susi Marleny Bachsin, SE., M.M yang merupakan Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Portugal, dan ibu Veronica Tan- Wakil Memteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Diskusi dipandu oleh Nita Anisa- Achor Kompas TV dan berlangsung dengan sangat meriah, dan diikuti oleh sekitar 150 an peserta, luring dan daring, perwakilan dari  Anggota Komisi XI DPR RI Tahun2024-2029, Anggota Dewan Komisioner OJK, Dewan Pembina IIPOJK Tahun2022-2027, 4. Perwakilan Kartini IJK,  Perwakilan Insan OJK dan Ikatan PIMTI Perempuan Indonesia.

Ibu Sophia Watimenna, Ketua Dewan Audit merangkap Anggota Dewan Komisioner OJK dan juga Dewan Pengarah Ikatan PIMTI Perempuan Indonesia menyampaikan sambutannya dengan memberikan julasan terkait dengan ketimpangan gender dan integritas, dan perempuan memiliki peran penting untuk memperpendek ketimpangan dan mewujudkan hal tersebut. Asta Cita Pemerintahan Presiden Prabowo memberikan peran pentingnya perempuan dengan Asta Cita ke 4: Memperkuat Pembangunan SDM, sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olah raga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda (generasi milenial dan generasi Z), dan penyandang disabilitas.

Lebih lanjut Sophia mengajak kita untuk meneladani sifat Kartini untuk menjadi perempuan yang cerdas, dan menanamkan nilai integritas pribadi dan institusi sejak dini. Beliau menyampaikan berbagai strategi diterapkan oleh OJK untuk membangun integritas institusi, dengan menerapkan SMAP di seluruh SJK, dan LJK. Selain itu juga menyiapkan SDM yang kompetensi dan integritas tinggi dan memiliki sertifikasi yang diperlukan. Sehingga penguatan integritas di OJK berjalan dengan sangat baik.  Penguatan integritas dan tata jelola di internal OJK  tidak cukup hanya pada tataran wacana. Kemampuan memilih mana yang benar dan mana yang salah, serta menentukan prioritas yang baik, perlu dibiasakan sejak dini — baik dalam lingkungan keluarga maupun institusi. Berdaya,dan Berintegritas.

Pembicara pertama, Ibu Susi Marleny Bachsin, S.E., M.M, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Portugal melalui zoom menyampaikan pesan beliau untuk para Kartini/peserta seminar. Beliau menggarisbawahi peran perempuan yang sangat besar dalam mewujudkan impian ibu Kartini. Melalui pendidikan yang baik perempuan akan lebih berperan pada penyiapan generasi muda melalui pola pengasuhan di keluarga, mengingat perempuan/ ibu berfungsi tidak hanya sebagai guru pertama bagi anak-anaknya, tetapi juga peranya yang lain, misalnya sebagai pengatur keuangan atau Chief Financial Officer (CFO) keluarga. Ibu Susi juga menyampaikan masih banyaknya tantangan yang dihadapi perempuan, khususnya di sector keuangan. Kesenjangan akses keuangan, masih kurangnya perempuan di posisi pimpinan, yang mana diyakini oleh beliau keberadaan perempuan di jasa keuangan akan mempercepat kemandirian bangsa. Dalam penutupnya, beliau sekali menyitir pesan ibu Kartini  “ Jangan biarkan kegelapan menghalangi langkah kita. Habis Gelap Terbitlah Terang”

Sebagai pembicara kedua,  Ibu Veronica Tan, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam Kabinet Merah Putih mengawali dengan menyoroti generasi saat ini yang disebut dengan “generasi Strawberry”, generasi yang cukup rapuh, dan program-program Kabianet Merah Putih dalam menyiapkan Indonesia Emas 2045. Berbagai kelemahan mendasar yang masih terus diperbaiki (misal kurangnya ruang terbuka bebas bagi anak dan keluarga), perempuan yang masih belum mampu untuk menyampaikan keinginannnya, dan dibangunnya Ruang Bersama Indonesia sebagai wadah untuk menyediakan ruang publik yang diperlukan masyarakat. Tidak hanya di kota-kota besar, tetapi juga di kota-2 lainnya yang semestinya difasilitasi keberadaannya oleh pemerintah. Para Ibu  diharapkan mampu mendorong anak-anaknya untuk mandiri menentukan keinginannya. IBu berperan sebagai partner dan mengarahkan anaknya menjadi generasi penerus yang tangguh, yang berpikir jauh ke depan dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan negara.

Kegiatan seminar juga diisi dengan bazar UMKM binaan OJK dan juga fashion show produk2 Rumah Kebaya dengan peragawati ibu-2 OJK dan IJK.

Ibu Sofia Wattimena- Dean PEngarah OJK dan Sekaligus Dewan Pengarah Ikatan PIMTI Perempuan Indonesia memberikan sambutan

Berfoto bersama ibu Veronica Tan, Wakil Menteri PPPA yang menjadi salah satu Narasumber

(Laporan Puji W)