Tuban, 10 Mei 2025
Era digital telah membawa perubahan besar dalam cara kita berinteraksi dan berkomunikasi. Keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat juga terkena dampak perubahan ini bahkan sampai pada level masyarakat, khususnya Lembaga Pendidikan Formal maupun Non formal . Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk secara bijak menyikapi perkembangan teknologi informasi dan memanfaatkannya untuk membangun keluarga harmonis. Era digital dimanfaatkan secara positif agar keluarga dan Lembaga Pendidikan dapat berfungsi secara efektif dan mendukung perkembangan kedewasaan anggota keluarga khususnya dan Lembaga Pendidikan pada umumnya dengan lebih memanfaatkan teknologi tersebut secara efektif.
Dalam rangka memperingati Haul Ke-42 K.H.Abd.Fatah Al-Manshur dan Masyayikh Plumpang, Tuban Jawa Timur, pada tanggal 10 Mei 2025 bertempat di Pondok Pesantren Salafiyah Kholidiyah Plumpang-Tuban, Yayasan Salafiyah Kholidiyah bekerja sama dengan Ikatan PIMTI Perempuan Indonesia dan Lembaga Pembinaan Keluarga Sakinah telah menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk ”Membangun Keluarga Harmonis di Era Digital Berbasis Pesantren”. Tujuan dari Kegiatan ini adalah untuk membangun keluarga harmonis di era digital dengan meningkatkan kesadaran dan kemampuan keluarga, dimulai dari orang tua dan anggota keluarga lainnya serta peran serta Lembaga Pendidikan dalam menggunakan teknologi digital secara positif dan efektif.
Sasaran dari kegiatan ini adalah keluarga dengan anak-anak usia sekolah dan remaja yang menggunakan teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari dengan melibatkan Lembaga dimana anggota keluarga tersebut mengenyam pendidikan baik formal maupun non formal di lingkungan Yayasan Salafiyah Kholidiyah Plumpang Tuban, khususnya dan masyarakat umum, dalam hal ini para kader penggerak dari Lembaga Pembinaan Keluarga Sakinah mewakili 20 kecamatan di Kabupaten Tuban. Menghadirkan Dr. Femmy Eka Kartika Putri, M.Psi- seorang pemerhati anak dan keluarga yang memiliki reputasi tidak diragukan lagi dan Dra Sebanyak lebih dari 350 peserta yang telah hadir dalam seminar nasional tersebut.
Seminar Nasional dibuka dengan sambutan Selamat Datang oleh Dr. Puji Winarni, MA, Sekretaris Dewan Pembina Yayasan Salafiyah KHolidiyah sekaligus Pengarah Ikatan PIMTI Perempuan Indonesia, dilanjutkan dengan pengantar dan pengarahan dari Ketua Dewan Pembina Yayasan, Dr. Muhammad AS Hikam, MA. Dalam pengantarnya disampaikan pentingnya peran orang tua, bukan hanya ibu dalam mengantarkan anak-anak mereka menyambut masa depan, khususnya dalam era revolusi industry 4.0 dan bahkan 5.0 yang mendatang. Pak Hikam juga dengan bangga menyampaikan meskipun Yayasan Salafiyah Kholidiyah berada di daerah yang jauh dari pusat kota, tetapi telah mampu selama 24 tahun berturut-turut menyelenggarakan seminar nasional dengan kehadiran tokoh-tokoh nasional di bidangnya. Hal ini sebagai salah satu concern Yasika yang terus berupaya mengembangkan SDM yang berkualitas menuju Indonesia Emas yang dicitakan.
Dr. Femmy E. Kartika Putri menyampaikan secara ringkas dan padat potret pemanfaatan teknologi informasi di masyarakat serta dampak positif maupun negative yang ditimbulkannya. Secara interaktif ibu Femmy mengajak peserta yang mayoritas ibu-ibu/calon ibu untuk terlibat dalam diskusi diatas panggung, sehingga pemahaman peserta semakin dalam atas materi yang disampaikannya.
Pembicara kedua, ibu Tri Eko Sulistiowati, M.Pd, Direktur Lembaga Pembinaan Keluarga Sakinah (LPKS)- BKPMRI (Badan Koordinasi Pemuda Masjid Republik Indonesia). Ibu Tri menyampaikan dari berbagai macam permasalahan keluarga yang saat ini paling memprihatinkan adalah dampak penggunaan teknologi digital yang massif dan terjadi pada generasi muda di usianya yang sangat dini. Diperlukan peran orang tua untuk kembali mengenalkan nilai-nilai pengasuhan yang berbasiskan pesantren secara perlahan-lahan tetapi secara berkelanjutan dan konsisten. Upaya tersebut, berdasarkan pengalaman beliau menjadi sebuah solusi yang cukup jitu untuk diterapkan. Selain itu, peran keluarga inti sangat penting untuk dapat meminimalisir dampak negative pemanfaatan teknologi digital pada keluarga.
Seminar Nasional ditutup dengan diskusi dan penyerahan cindera mata kepada para pembicara.
(Laporan: Puji Winarni)

