(Depok, 25 September 2025)
Mengambil tempat di Kampus Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Hukum di Cinere-Gandul, Depok, PIMTI berkolaborasi dengan BPSDM Hukum menyelenggarakan kegiatan pengembangan kapasitas SDM, khususnya bagi taruna yang saat ini sedang mengikuti pendidikan kedinasan Hukum dan Pemasyarakatan. Acara tersebut dihadiri oleh taruna/taruni dari dua sekolah kedinasan, yakni Politeknik Ilmu Pemasyarakatan dan Politeknik Imigrasi sebagai calon generasi emas 2045. Pentingnya menyiapkan generasi muda yang tangguh, berkarakter berlandaskan nilai-nilai Pancasila dan berwawasan kebangsaan dan berintegritas dipilih sebagai topik bahasan yang dianggap sangat penting bagi generasi muda Indonesia.
Kegiatan tersebut menghadirkan pembicara yang mumpuni dan ahli di bidangnya, seperti Dr. Sri Puguh Budi Utama-Dirjen Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM tahun 2018-2020 sekaligus Pembina PIMTI, Dr. Poppy Adhianti, S.IP., M.Si., Deputi Bidang Pengendalian dan Evaluasi BPIP, Srie Agustina, M.E- Widya Iswara Ahli Utama Kementerian Perdagangan, serta Dr. Femmy Eka Kartika Putri, M.Psi., Pemerhati Anak, Pemuda dan Keluarga, dan dipandu langsung oleh Kepala BPSDM Hukum, Gusti Ayu Putu Suwardani.
Kepala BPSDM Hukum, Gusti Ayu Putu Suwardani, dalam sambutannya menegaskan pentingnya penguatan karakter sejak dini mengingat pemuda sebagai penentu arah bangsa di masa depan, khususnya dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, maka generasi muda harus memiliki karakter yang kuat, tidak lembek menghadapi tantangan, menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dan sekaligus memiliki wawasan kebangsaan yang kuat sehingga tidak teromabng-ambing dalam percaturan dan perkembangan global.
Pembina PIMTI, Sri Puguh Budi Utami menyoroti tantangan bonus demografi yang dimiliki bangsa Indonesia sebagai sebuah peluang besar dan kekuatan yang sangat besar yang harus disiapkan dengan kemampuan, kompetensi dan kapasitas yang memadai untuk bersaing sekaligus memiliki wawasan kebangsaan dan berakhlak mulia. Dengan demikian, bonus demografi yang dimiliki bangsa Indonesia akan termanfaatkan dan bukan menjadi ancaman bagi masa depan bangsa. Di akhir sambutannya beliau menekankan pentingnya generasi muda Indonesia untuk teguh dan memperkuat jati diri sebagai anak bangsa yang berintegritas dan berakhlak mulia dengan terus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Dr. Poppy Adhianti, S.IP., M.Si., Deputi Bidang Pengendalian dan Evaluasi BPIP, menguraikan tentang etika dan integritas dalam kepemimpinan berbasis Pancasila. Menurut beliau, kepemimpinan yang berlandaskan Pancasila adalah kepemimpinan yang mengedepankan etika, moralitas, serta kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan. Pemuda harus mempersiapkan diri untuk menjadi pemimpin yang berintegritas, dan itu dapat dimulai sejak sekarang, jelas Poppy.
Tidak kalah menarik adalah apa yang disampaikan oleh Dr. Femmy Eka Kartika Putri, M.Psi., Pemerhati Anak, Pemuda dan Keluarga. Beliau memperkuat pembicara sebelumnya yang menekankan pentingnya karakter dalam membangun kepemimpinan bangsa. Bagaimana karakter pemuda saat ini akan sangat menentukan kualitas pemimpin bangsa masa depan Indonesia. Indonesia membutuhkan pemimpin yang berani dan bertanggung jawab, dan hal ini dimulai dengan membangun karakter yang kuat sebagai pondasinya.
Widyaiswara Ahli Utama, Srie Agustina, M.E., sekaligus Pengarah PIMTI, mengupas nilai-nilai BerAKHLAK sebagai pedoman generasi muda calon birokrat. BerAKHLAK saat ini menjadi pedoman etik dan perilaku ASN atau core values ASN. Berorientasi pelayanan, Akuntabel, Kompeten. Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif harus menjadi nafas setiap calon birokrat.
“Bangga melayani bangsa bukan hanya slogan, melainkan prinsip hidup yang harus diinternalisasi sejak dini,” ungkap Srie.
BPSDM Hukum berharap taruna/taruni yang hadir semakin memahami pentingnya integritas, wawasan kebangsaan, serta pengamalan nilai Pancasila dalam setiap aspek kehidupan serta nilai-nilai inti ASN sebagai landasan etika perilaku . Penanaman karakter diyakini menjadi kunci utama untuk menyongsong Indonesia Emas 2045 dengan SDM yang unggul, tangguh, dan berdaya saing global. Ditangan mereka Indonesia meletakkan masa depannya.
(Laporan Puji W)