Menu Close

PIMTI KUNJUNGI ICE-I JAJAKI KERJA SAMA DUKUNG PENGEMBANGAN KOMPETENSI DAN KAPASITAS SDM TANPA BATAS

Sekolah PIMTI (Tangerang Selatan, 2 Oktober 2025)

(dok foto: Paulina Pannen)

PIMTI, khususnya yang tergabung dalam Sekolah PIMTI melakukan kunjungan ke Indonesia Cyber Education Institute ( ICE-I) yang berada di kawasan Kampus Universitas Terbuka, Pondok Cabe, Tangerang Selatan. Kunjungan tersebut  dipimpin oleh ibu Sri Hadiati, MBA  (Presiden PIMTI Tahun 2022), dan dimaksudkan untuk mendapatkan informasi dan sekaligus dukungan kerja sama dalam menyebarluaskan pengetahuan (knowledge sharing ) yang dimiliki oleh para anggota PIMTI di berbagai kementerian/ lembaga dan daerah (K/L/D), dengan lebih terarah, terukur, massif dan efisien dalam pelaksanaannya. Personil PIMTI yang hadir pada kesempatan tersebut adalah Dr. Zakiyah, Prof. Paulina Pannen, anggota sekaligus tuan rumah, Dr Esthy Reko, Dr. Yuni Purwati, dan Dr. Puji Winarni,MA. Tim PIMTI diterima dengan sangat baik oleh Direktur ICE-I, DR. Rahayu Dwi Riyanti, MA yang disertai dengan Pejabat ICE-I  di Bidang Kerjasama.

Prof. Paulina Pannen adalah dosen UT (Universitas Terbuka) yang dikenal sebagai ahli pembelajaran daring (online learning). Beliau juga pernah menjadi Dekan FKIP UT, Dekan FKIP Sampurna University, dan Staf Ahli di KemristekDikti. Beliau aktif di PIMTI dan mengajak PIMTI, khususnya yang terlibat langsung dalam Sekolah PIMTI untuk memperkenalkan keberadaan ICE Institute (Indonesia Cyber Learning Institute) dan mengajak PIMTI ataupun K/L/D untuk dapat memanfaatkan platform yang disediakan ICE-I menyebarluaskan pengetahuan yang dimiliki tiap-2 K/L, yang diyakini memiliki pengetahuan-2 khusus atau topik khusus yang belum ditawarkan  di ICE-I, seperti pengetahuan tentang Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian yang menjadi bidang tugas Badan Standardisasi Nasional (BSN).

Direktur ICE-I, Dr Yanti  menjelaskan dalam paparannya bahwa ICE-I  adalah sebuah platform belajar online yang dapat diakses oleh siapa saja, kapan saja, dengan berbayar atau bahkan gratis pada beberapa topik yang ada. Dengan kata lain, ICE-I bertindak seperti platform toko online seperti Tokopedia, Shopee, Blibli, dsb, hanya saja yang ditawarkan adalah pengetahuan atau mata kuliah yang dapat ditansfer menjadi angka kredit, atau dapat menjadi RPL (Recoqnition of Prior Learning). Mata kuliah yang ditawarkan beragam, dan tidak hanya mahasiswa yang mengambil program tersebut, masyarakat umum ternyata juga cukup banyak. Topik yang ditawarkan juga sangat beragam dan oleh lembaga pendidikan berkelas dunia, seperti John Hopkin, Harvard, beberapa universitas di China, Philipina, Malaysia, Singapura, dsb. Sedangkan di dalam negeri, didukung oleh universitas-2 seperti UI, IPB, UNDIP, UNS, dan sebagainya sehingga terjamin mutunya. Model pembelajaran seperti ini yang akan menjadi trend di masa depan. Mahasiswa tidak perlu hadir secara fisik, demikian juga kesulitan perguruan tinggi dalam menyediakan tenaga pengajar juga dapat teratasi. Model pembelajaran yang diusung ICE-I sesuai atau merujuk kepada Corsera, sebuah lembaga pembelajaran online dunia yang sudah tidak diragukan lagi kualitasnya.

Hasil diskusi menyepakati bahwa model pembelajaran yang diusung ICE-I sangat cocok diterapkan di berbagai Corporate University (pembelajaran terintegrasi) yang diselenggarakan oleh K/L dan Pemerintah Daerah, sehingga PIMTI dapat menjembatani disosialisasikannya ICE-I pada pertemuan-2 PIMTI yang akan datang, dengan mengajak K/L hadir menyimak model pembelajaran ICE-I, dan pada akhirnya akan lebih banyak lagi kerja sama antara K/L dengan ICE-I untuk menyediakan berbagai pengetahuan yang belum ditawarkan pada ICE-I.

ICE-I juga menawarkan kepada PIMTI untuk membuat program- program pembelajaran dari berbagai anggotanya yang berasal dari K/L dan Daerah dan menyediakan slot khusus atas nama PIMTI. Nah, tunggu apa lagi?

(Laporan : Puji W dan Sri Hadiati)