SEKOLAH PIMTI- PIMTI GOES TO CAMPUS
(Bandung, 6 Desember 2025), PIMTI Goes To Campus kali ini menyambangi kampus sekolah Vokasi yang sangat prestisius dan tertua di Bandung yakni Politeknik Sekolah Tinggi Teknik Tekstil (Politeknik ST3) Bandung yang berada di Jln. Jakarta, Kebonwaru, Batununggal.
Dengan mengangkat tema “Citra Pemuda Sebagai Agen Perubahan”, misi PIMTI tidak hanya menyuarakan kesetaraan karir perempuan di birokrasi, tetapi juga bagaimana menumbuhkan generasi muda yang tangguh dan siap membawa tongkat estafet kepemimpinan masa depan. Presiden PIMTI, Rini Handayani menyampaikan sambutannya di awal acara tentang kepedulian ibu-2 yang tergabung dalam Ikatan PIMTI Perempuan Indonesia dalam mendorong potensi pemuda sebagai generasi penerus bangsa yang kuat, tangguh dan mandiri melalui penumbuhan kemampuan kewirausahaan sejak dini. Pilihan program PIMTI Goes to Campus kali ini sangatlah tepat, yakni ke kampus Politeknik ST3 Bandung, dimana sebagai sekolah vokasi, maka link and macth dengan industri merupakan sebuah keniscayaaan. Tambahan pengetahuan terkait industri nasional, perannya pada perekonomian nasional, kemampuan ekspor dan akses pembiayaan menjadi sebuah informasi yang sangat penting diketahui para mahasiswa generasi muda Indonesia. Ibu Rini berharap para mahasiswa Politeknik ST3 Bandung akan menjadi pribadi yang mandiri, berkarakter kuat dan mampu mengembangkan kemampuan enterpreneurshipnya sehingga dapat menjadi wirausaha yang bersinar di tataran nasional dan bahkan internasional nantinya.
Diskusi Panel kali ini menampilkan tiga pembicara yang mumpuni dalam bidangnya, yakni ibu Ir. Reni Yanita, M.Si Dirjen Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA)- Kementerian Perindustrian, ibu Fajarini Puntodewi SH., M.Si- Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional (PEN)-Kementerian Perdagangan dan Ibu Atika Fadillah-Area Manager Bank Mandiri- Bandung. Diskusi dipandu oleh ibu Sri Hadiati WK, Anggota Komisioner ASN (KASN) 2019-2024.
Direktur Politeknik ST3 Bandung Bapak R. Arief Dewanto, ST., M.M diawal sambutannya mmenyampaikan ucapan terima kasih kepada PIMTI dan juga sekaligus mengenalkan Politeknik ST3 Bandung sebagai satu-2 nya institusi pendidikan tinggi khusus terkait tekstil, kimia tekstil, teknik tekstil dan produksi garmen atau yang lebih dikenal dengan Fashion Design. Berdiri sejak tahun 1922 dengan nama Textiel Inrichting Bandoeng (TIB) oleh Pemerintah Hindia Belanda dan dimaksudkan untuk membina industry tekstil dan menyiapkan tenaga ahli di bidang tekstil sekaligus mengembangkan teknik dan peralatan pertenunan. Hingga saat ini, TIB telah beberapa kali berganti nama tetapi tetap dengan misi yang sama. Adanya sistem pendidikan link and match dengan industry, lulusan Politeknik ST3 Bandung (300-400 lulusan/ tahunnya) selalu 100% terserap di pasar tenaga kerja. Politeknik ST3 Bandung juga mengembangkan program incubator bisnis, khususnya para alumni yang berada di jurusan produksi garmen. Saat ini terdapat 15 IKM Garmen yang sedang dalam pembinaan Politeknik ST3 Bandung.
Ir. Reni Yanita, M.Si Dirjen Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA)- Kementerian Perindustrian mengawali diskusi panel dengan menyampaikan perbedaan mendasar yang disebut sebagai IKM (Industri Kecil Menengah) dan UKM (Usaha Kecil Menengah). IKM memproduksi barang dan bahkan dapat merangkap sebagai pemasarnya, sedangkan UKM tidak memproduksi tetapi memasarkan. Dari segi jumlah, secara nasional IKM baru sekitar 4 juta,sedangkan UKM mencapai 64 juta. Keduanya memiliki kontribusi yang sangat besar dalam menopang perekonomian Nasional. Oleh karena itu, program penguatan IKM terus digaungkan oleh pemerintah untuk meningkatkan mutu dan kemampuan bersaing di pasar yang makin luas. Sedangkan Ibu Fajarini Puntodewi menekankan IKM dan UKM keduanya memiliki peluang untuk menembus pasar dunia karena kontribusi yang sangat besar bagi perekonomian bangsa Indonesia. Kementerian Perdagangan memfasilitasi bertemunya penjual dan pembeli (seller dan buyer) pada trade expo yang secara rutin digelar, baik di dalam maupun di luar negeri. Berbagai kemudahan dan insentifpun digulirkan pemerintah untuk mendorong IKM dan UKM maju pesat. Sedangkan ibu Atika Fadillah menyampaikan akses finansial yang tidak kalah pentingnya dalam penguatan IKM/UKM, yakni skema pendanaan bagi IKM/UKM yang dapat digunakan dan tidak memberatkan mereka. Pertanyaan terkait bagaimana mendapatkan tiket untuk pembinaan, untuk dapat turut serta dalam Trade Expo dan lain-lain mewarnai diskusi di sesi tanya jawab yang sangat interaktif dan terlihat sekali pemahaman mahasiswa terkait kewirausahaan yang sangat bagus serta skema pengembangan IKM dan penguatan UKM dengan berbagai program yang ada. Terbuka peluang sangat besar bagi para mahasiswa menjadi wirausaha dengan program Wirausaha Baru yang ditawarkan para Narasumber.
Generasi Muda Indonesia yang Maju, Wujudkan Indonesia Emas 2045
Laporan: Puji Winarni/ Sri Hadiati WK