(Jakarta, 19 Desember 2025). Peringatan Hari Ulang Tahun ke-7 Ikatan Pimpinan Tinggi Perempuan Indonesia (PIMTI) yang dirangkaikan dengan kegiatan PIMTI Award 2025, bertempat di Graha Pengayoman, Rasuna Said-Kuningan, Jakarta, Jumat (19/12). Kegiatan ini mengusung tema “Asa Nyata Perempuan Indonesia, Hadir Berkarya untuk Kemajuan Negeri” dan diikuti oleh berbagai pemangku kepentingan strategis secara luring maupun daring.
Kegiatan diawali dengan sambutan Rini Handayani, Ketua Presidium Ikatan PIMTI Perempuan Indonesia Tahun 2025 yang menjelaskan perjalanan PIMTI sejak berdiri pada tahun 2018 serta peran strategis organisasi dalam mendorong penguatan kepemimpinan perempuan di sektor publik. Beliau menyampaikan salah satu program prioritas PIMNTI yaitu PIMTI Award 2025. Program tersebut merupakan bentuk apresiasi kepada kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah yang memiliki komitmen kuat dalam pengarusutamaan gender serta pengembangan kapasitas kepemimpinan perempuan secara berkelanjutan.

Puncak acara ditandai dengan pengumuman dan penyerahan PIMTI Award 2025 kepada kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah yang dinilai memiliki komitmen nyata dalam pengarusutamaan gender. Tiga peringkat tertinggi kategori K/L diraih oleh Kementerian Kesehatan, Kementerian Pariwisata, dan Kementerian Pekerjaan Umum. Tiga peringkat tertinggi kategori Pemerintah Daerah Provinsi diraih oleh Provinsi Banten, Provinsi DIY dan Provinsi Sulawesi Tengah. Untuk kategori Pemerintah Kabupaten tiga aperingkat tertinggi diraih oleh Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Pasuruan, sedangkan untuk kategori Pemerintah Kota, peringkat pertama hingga ke tiga berturut-turut diraih oleh Kota Surabaya, Kota Sawahlunto dan Kota Palembang Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan peluncuran Podcast PIMTI serta prosesi serah terima kepemimpinan presidium 2025 dari ibu Rini Handayani kepada Presidium 2026 ibu Fajarini Puntodewi sebagai wujud regenerasi dan keberlanjutan organisasi.
Dalam Peringatan HUT ke 7 Ikatan PIMTI Perempuan Indonesia tersebut hadir dua sosok menteri perempuan di Kabinet Merah Putih, yaitu Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, ibu Arifatul Choiri Fauzi dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Ibu Rini Widyantini. Pada kesempatan tersebut ibu Rini Widyantini memberikan sambutan dan sekaligus arahannya. Beliau menyampaikan komitmenya bahwa dukungan terhadap perempuan, khususnya di birokrasi tidak boleh berhenti pada symbol semata, tetapi harus terintegrasi dalam kebijakan dan praktek di organisasi. Kebijakan kerja yang adil dan ramah keluarga, lingkungan kerja yang aman, nyaman dan menjunjung tinggi martabat dan kodrat perempuan, serta program penguatan kapasitas perempuan melalui berbagai pelatihan, khususnya pelatihan kepemimpinan, mentoring dan jejaring professional. Menurut Menteri Rini, perempuan dalam birokrasi bukan sekedar wujud representasi, tetapi merupakan aktor kunci dalam pengambilan keputusan dan suksesnya pelaksanaan reformasi birokrasi.
Lebih lanjut Menteri Rini menjelaskan bahwa hingga kini masih banyak ASN perempuan yang menghadapi hambatan, baik yang bersifat struktural maupun kultural. Bias gender, persepsi terhadap peran domestik, budaya kerja yang belum sepenuhnya inklusif, hingga keterbatasan akses pengembangan karier, masih menjadi tantangan nyata. Di sinilah peran institusi menjadi sangat penting. IPIMTI dapat mengambil peran strategis, dimana IPIMTI tidak hanya menjadi community of practice, tetapi juga berkembang sebagai ruang pembelajaran dan penguatan kepemimpinan perempuan,” ujarnya. Menurutnya, IPIMTI harus menjadi jembatan antara kebijakan dan realitas birokrasi agar kebijakan yang dirumuskan benar-benar berpijak pada pengalaman lapangan. Lebih dari itu, IPIMTI hadir sebagai aktor kolaboratif dalam reformasi birokrasi dengan memperkaya perumusan kebijakan dengan perspektif yang inklusif dan adaptif. “Inilah pergeseran penting yang kita dorong bersama dari komunitas berbagi praktik, menuju policy influencer yang ikut membentuk arah birokrasi ke depan, ” ungkapnya.
Menteri Rini juga menegaskan setidaknya terdapat empat pendekatan yang perlu terus di dorong bersama, yang pertama terkait legislasi dan kebijakan yang berpihak dan adil; kedua, transformasi budaya organisasi; ketiga, keteladanan kepemimpinan; dan keempat, penguatan semangat women support women melalui jejaring, mentoring, dan coaching yang terstruktur.
Mengakhiri sambutan dan arahannya, Menteri Rini mengajak kita semua yang hadir, yang merupakan representasi pimpinan tinggi perempuan di K/L dan Daerah untuk terus bergerak bersama. “Mari kita terus bergerak bersama, membangun birokrasi yang inklusif, kolaboratif, dan berorientasi pada manusia. Karena kepemimpinan perempuan di puncak bukanlah tujuan akhir, melainkan sarana untuk memperkuat institusi dan mempercepat perubahan yang benar-benar berdampak bagi masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi dalam sambutan mengapresiasi kontribusi IPIMTI dalam pemberdayaan perempuan di berbagai kegiatan, termasuk kolaborasi dalam bidang kerja sama, pendidikan, sosial, ekonomi, dan hukum. Beliau melihat IPIMTI sebagai sebuah kekuatan yang luar biasa. “ ….perempuan-perempuan yang sudah menduduki posisi strategis dalam sebuah lembaga, yang sudah tidak lagi memikirkan dirinya sendiri, tetapi bagaimana perempuan-perempuan hebat yang berada di IPIMTI ini mengajak perempuan lain yang belum berada di posisi strategis didorong dan diberikan kesempatan untuk bersama-sama menduduki posisi yang strategis,” ujarnya. Menteri Arifah juga mengatakan, kepemimpinan perempuan bukan tentang menggantikan peran laki-laki, karena sesungguhnya kepemimpinan perempuan tentang menghadirkan perspektif baru dalam pengambilan keputusan.
“Jadi harus kita luruskan bahwa kepemimpinan perempuan bukan tentang menggantikan perannya laki-laki. Ketika perempuan diberi ruang untuk memimpin yang berubah bukan hanya kebijakannya tapi juga cara kita memanusiakan pembangunan,” jelasnya. Arifatul berharap, Ikatan PIMTI dapat terus menjadi penggerak perubahan yang memberdayakan perempuan untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan. “Teruslah melangkah dengan keyakinan karena ketika perempuan bergerak bersama perubahan tidak lagi sekedar harapan tetapi sebuah keniscayaan dan kepastian.
Acara HUT Ikatan PIMTI Perempuan Indonesia ke-7 ditandai peluncuran Podcast PIMTI Perempuan, pemotongan tumpeng oleh Ibu Arifatul Choiri Fauzi, Ibu Rini Widyantini, presidium PIMTI 2020-2024, Presidium PIMTI 2025-2028, Pengarah, Penasehat dan para anggota PIMTI lainnya, serta penyerahan tongkat estafet kepemimpinan PIMTI kepada Presiden PIMTI 2025 Ibu Rini Handayani kepada Presiden PIMTI Tahun 2026 Ibu Puntodewi Fajarini, dan diakhiri dengan acara ramah-tamah.
Selamat Ulang Tahun PIMTI PEREMPUAN INDONESIA,
teruslah menjadi Pilar Penggerak Bangsa
Bersama Merangkai Asa
Untuk Indonesia Jaya


(Laporan: Puji Winarni)
Link:
Podcast PIMTI Bertandang