Gelaran Governansi Insight Forum yang mengangkat tema “Transformasi Governansi Pilar Penyangga Integritas OJK” dilaksanakan pada 5 Maret 2024 bertempat di Hotel Harper, Kupang, Nusa Tenggara Timur. Acara ini bertujuan untuk menguatkan nilai-nilai governansi dan integritas guna meningkatkan engagement dan kolaborasi OJK dengan seluruh pemangku kepentingan, demi menciptakan ekosistem sektor jasa keuangan yang sehat dan berintegritas.
OJK menegaskan komitmennya untuk bersinergi dan berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan tolerasi nol (zero tolerance) atas kecurangan (fraud). Peserta yang hadir berasal dari berbagai instansi, termasuk Kantor Pusat OJK, Kantor OJK Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), lembaga pemerintah (seperti BPK, BPKP, BI, dll), Kementerian Keuangan, Pemerintah Daerah Provinsi NTT, hingga Ikatan PIMTI Perempuan Indonesia, yang diwakili oleh Ibu Alphonsa Ani Maharsi, Auditor Ahli Utama BPKP. Kepala Kantor OJK NTT, Bapak Japarmen Manalu, menyajikan gambaran mengenai pentingnya transformasi governansi dalam menjaga integritas OJK.
Pimpinan daerah NTT yang diwakili oleh Sekda Provinsi NTT, Ibu Flouri Rita Wuisan sekaligus Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan menegaskan dukungan penuh terhadap upaya-upaya OJK dalam mewujudkan integritas sektor keuangan. Ketua Dewan Audit merangkap Anggota Dewan Komisioner OJK, Ibu Sophia Wattimena, dalam pidato kuncinya menyampaikan turunnya nilai Survei Penilaian Integritas (SPI) di Indonesia, sebagaimana yang ditunjukkan oleh hasil SPI tahun 2023 dengan nilai 70.97 menurun dibandingkan nilai indeks SPI di tahun 2022 sebesar 71.94.
Fenomena tersebut cukup mengkhawatirkan dan Ibu Sophia menekankan pentingnya kerja sama antar asosiasi dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia dan penyempurnaan proses bisnis fungsi GRC di sektor jasa keuangan. Dia juga memperkenalkan pendekatan 3 lines model dalam penguatan sektor jasa keuangan. Pada sesi paparan, Kepala Departemen Penegakan Integritas dan Audit Khusus, Ibu Siswani Wisudati, memberikan wawasan mengenai sektor jasa keuangan, tata kelola OJK, dan strategi anti-fraud dengan pembentukan speak up culture, yakni mendorong keberanian setiap orang berbicara atas adanya pperilaku tidak etis. Diskusi yang terbuka dan tanya jawab yang dinamis menambah keberagaman sudut pandang yang disampaikan. Acara ditutup dengan sesi foto bersama, menandai kesuksesan forum yang menjadi momentum penting bagi pemangku kepentingan untuk berkolaborasi dalam mewujudkan sektor jasa keuangan yang lebih sehat dan berintegritas tinggi. (Penulis: Puji & Putri)