Ikatan PIMTI Perempuan Indonesia mengadakan Rapat Kerja pada hari Selasa 27 Februari 2024 yang dilaksanakan di ballroom Graha Pertamina. Rapat kerja yang mengusung tema “Perempuan Berdaya, Indonesia Maju: Memperkuat Peran Perempuan yang Berdaya Guna Bagi Bangsa dan Negara” ini dihadiri oleh 121 peserta dari 51 Lembaga Tinggi Negara, Kementerian, Lembaga Pemerintah Non Kementerian, Pemerintah Daerah, dan perwakilan BUMN: Pertamina dan BPH MIgas sebagai tokoh nspiring mewakili Srikandi BUMN.
Sebagai tuan rumah pelaksanaan Rapat Kerja adalah Direktur Utama Pertamina beserta jajaran Direksi Pertamina. Acara dibuka oleh Nicke Widyawati selaku Direktur Utama PT Pertamina (Persero) dan dilanjutkan dengan serah terima laporan pertanggungjawaban dari Ibu Lenny N. Rosalin dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) selaku Ketua Presidium Ikatan PIMTI Perempuan Indonesia periode tahun 2023 kepada Ibu Sally Salamah, Deputi Kepala Bidang Akuntan Negara BPKP yang melanjutkan tampuk kepemimpinan di tahun 2024.
Dalam sambutannya, Ibu Sally menyatakan akan terus melanjutkan program 2023 serta mengembangkan berbagai program baru yang akan diusulkan diantaranya Program Healthy, Happy, PIMTI; Program Sekolah PIMTI dan Program Toko PIMTI yang dilaunching bersamaan dengan Rapat Kerja. Ibu Bintang Puspayoga, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI selaku Pembina Ikatan PIMTI Perempuan Indonesia turut hadir dan memberikan sambutan. Ibu Bintang mengapresiasi anggota PIMTI yang tidak saja menjadi mitra Kementerian PPPA namun juga menjadi sahabat untuk berdiskusi dan mencari solusi untuk menjawab isu-isu perempuan dan anak yang kompleks. Ibu Bintang juga menyoroti bahwa regenerasi sangat dibutuhkan. Apresiasi beliau disampaikan untuk kuota keterwakilan perempuan yang sudah terpenuhi di kementerian dan lembaga yang semakin meningkat bagi perempuan.
Acara dilanjutkan dengan penyampaian Keynote Speech oleh Ketua Badan Pengawas Keuangan RI, Dr. Ir. Isma Yatun, M.T., CSFA. Dalam arahannya, Ibu Isma menekankan pentingnya peran perempuan sebagai katalisator dan pencipta ripple effect dalam mengawal Pembangunan Nasional yang Berkelanjutan. Pemberdayaan perempuan harus dilakukan di setiap lini, mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan, hingga monitoring dan evaluasi pembangunan nasional agar terus berkelanjutan dan berkesinambungan hingga lintas generasi. Ibu Isma berharap, Ikatan PIMTI Perempuan yang diisi oleh para perempuan pemimpin di beragam sektor, dapat mengoptimalkan keberadaannya dengan menjadi pendorong kebijakan atau policy entrepreneur bagi pemberdayaan perempuan di Indonesia.
Dalam kesempatan ini, Menteri Luar Negeri, Menteri Tenaga Kerja serta Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup memberikan arahan dan sharing penerapan pemberdayaan perempuan di kementeriannya masing-masing melalui tapping video yang ditayangkan dalam rapat kerja tersebut. Ketiganya berharap bahwa dengan adanya koordinasi di antara pemimpin perempuan, akan mendorong peran perempuan untuk berkontribusi lebih besar pada pembangunan nasional. Momen rapat kerja ini juga dimanfaatkan untuk menjaring masukan dari seluruh anggota atas program kerja PIMTI Tahun 2024. Antusiasme peserta sangat tinggi untuk berkontribusi terhadap peningkatan program kerja, yang ditunjukkan melalui banyaknya masukan yang disampaikan. Acara ditutup dengan ramah tamah dan makan siang bersama, mempererat silaturahmi di antara seluruh anggota. (Puji, Putri)