Menu Close

Seminar Perempuan Kuat, Indonesia Hebat: Melawan Glass Ceiling Syndrom

Dalam upaya meningkatkan motivasi perempuan di lingkungan Badan Standardisasi Nasional (BSN) untuk pengembangan karir dan kepemimpinan di organisasi, Pusat Pengembangan SDM SPK menggelar seminar half day bertajuk “Perempuan Kuat, Indonesia Hebat: Melawan Glass Ceiling Syndrome”. Acara ini merupakan hasil kolaborasi dengan Ikatan PIMTI Perempuan Indonesia dan berlangsung di Kompleks Puspiptek, Gedung BSN 2 pada hari Jumat, 16 Februari 2024. Seminar dibuka oleh Ibu Zakiyah, Deputi Bidang Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian, yang menekankan pentingnya peran perempuan dalam memajukan standar dan penilaian kesesuaian di Indonesia.

Beliau menyoroti hambatan yang dihadapi perempuan dan kaum minoritas lainnya yang ingin mencoba peran yang lebih tinggi di organisasi, yang umumnya disebut sebagai glass ceiling syndrome. BSN memberi kebebasan kepada ASN perempuan untuk berkarir sekaligus menjadi pimpinan, yang hal tersebut dibuktikan dengan 38% pimpinan tinggi BSN adalah perempuan. Hanya saja di berbagai kesempatan berkarir yang lebih tinggi, kendala lebih pada peran domestic yang belum dapat diselesaikan dengan baik.

Oleh karena itu, seminar ini diharapkan akan lebih memberikan penguatan dan keberanian ASN BSN dalam berkarya yang lebih luas lagi. Keynote speech disampaikan oleh Ibu Sally Salamah, Deputi Kepala BPKP Bidang Akuntan Negara sekaligus Ketua Presidium Ikatan PIMTI Perempuan Indonesia 2024. Dalam pidatonya, Ibu Sally menekankan pentingnya keberagaman dan inklusivitas di tempat kerja. “Kita percaya bahwa keberagaman dan inklusivitas merupakan kunci untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan produktif. Namun, kita juga harus sadar bahwa banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk memastikan bahwa perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan maju,” tegasnya. Ia juga menggarisbawahi bahwa hambatan seperti glass ceiling tidak hanya merugikan perempuan secara individu tetapi juga menghambat potensi, inovasi dan kinerja organisasi.

Diskusi dilanjutkan dengan paparan dari Ibu Sri Hadiati Wara Kustriani, Komisioner KASN sekaligus Presidium Ikatan PIMTI Perempuan Indonesia tahun 2022. Dalam sesinya, beliau membahas berbagai strategi untuk mengatasi dan pentingnya kepemimpinan perempuan dalam berbagai sektor. Acara ini ditutup oleh Kepala Pusat Pengembangan SDM Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian, Arini Widyastuti yang menyampaikan harapannya agar seminar ini dapat memberikan inspirasi dan dorongan bagi para peserta untuk terus maju dalam karir mereka. Penutupan diakhiri dengan makan siang bersama, yang menjadi momen untuk mempererat hubungan dan berbagi pengalaman di antara peserta. Seminar “Perempuan Kuat, Indonesia Hebat” ini tidak hanya menjadi ajang untuk bertukar pikiran dan pengalaman, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam memajukan peran perempuan di lingkungan BSN. Diharapkan, acara ini dapat menjadi inspirasi bagi organisasi lain untuk mengadakan kegiatan serupa, demi mewujudkan Indonesia yang lebih inklusif dan berdaya saing (Laporan oleh: Puji dan Putri)