Menu Close

Netas (Nemuin Komunitas) Pemberdayaan Perempuan dalam Industri Parekraf

Pada hari Jumat, 2 Februari 2024 bertempat di Hotel Westlake Yogyakarta, Biro Komunikasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyelenggarakan acara Netas (Nemuin Komunitas) yang bertajuk Pemberdayaan Perempuan dalam Industri Parekraf. Acara Ini bertujuan untuk menggerakan dan mengembangkan kontribusi perempuan dalam industri pariwisata dan ekonomi kreatif. Menurut I Gusti Ayu Dewi Hendriyani selaku Kepala Biro Komunikasi, Netas tidak hanya menjadi forum untuk membangun jaringan antara perempuan yang bekerja sektor ini, tetapi juga sebagai wadah bagi pertukaran ide, dukungan, dan peluang kolaborasi. “Kami berharap melalui Netas, konektivitas antara para pelaku industri dan komunitas kreatif lokal dapat diperluas, membuka pintu untuk inovasi dan pertumbuhan yang berkelanjutan,” ujarnya dengan antusias.

Acara ini dihadiri oleh 100 peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari Ketua dan Pengurus Ikatan Pimpinan Tinggi (PIMTI) Perempuan Indonesia, perwakilan desa wisata, asosiasi, hingga komunitas kreatif lokal. Rangkaian kegiatan dimulai dengan registrasi peserta, diikuti oleh pembukaan resmi yang dipandu oleh seorang MC dan laporan tentang kegiatan yang akan dilakukan. Sementara itu, Dra. Ni Wayan Giri Adnyani, M.Sc.,CHE selaku Sekretaris Kemenparekraf sekaligus Pengurus PIMTI Bidang Sosial Budaya menegaskan bahwa acara ini diselenggarakan dengan tujuan memperkuat dialog antara komunitas, memfasilitasi berbagi pengetahuan, dan memberikan motivasi bagi para pelaku industri. “Kami berharap dapat menyampaikan secara langsung tentang kebijakan dan strategi pengembangan parekraf, menyerap aspirasi dari sudut pandang pelaku parekraf dan peran perempuan khususnya di sektor parekraf” tambahnya.

Salah satu narasumber, Dr. Yulia A. Widyaningsih, M.B.A, dosen dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gadjah Mada serta Dosen Magister Kajian Pariwisata, menyoroti peran penting media sosial, semangat berwirausaha, dan panutan dalam membangun keyakinan diri para perempuan dalam berwirausaha. Menurutnya, pemberdayaan perempuan dalam sektor parekraf memerlukan kolaborasi yang efektif dari berbagai pihak, termasuk industri, pemerintah, masyarakat, akademisi, dan media. Dengan demikian, Netas 2024 tidak hanya menjadi ajang pertemuan, tetapi juga tonggak awal untuk memperkuat peran perempuan dalam industri parekraf dan diharapkan menjadi langkah awal yang signifikan dalam memperkuat peran perempuan dalam industri parekraf, khususnya di Yogyakarta.

Penulis : Puji & Putri