Menu Close

Majelis Taklim PIMTI Hadir di Peringatan Isra Mi’raj Masjid Endan Andansih, Purwakarta.

(Purwakarta, 17 Januari 2026) Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW Tahun 2026 (1447 H), yang diperingati oleh Masjid Endan Andansih, di Jl. Raya Sawit- Bojong  Desa Neglasari Kecamatan Darangdan Purwakarta menghadirkan Ustadz  Dr. Adi Hidayat . LC .MA. Ribuan masyarakat hadir memadati acara tersebut, bukan hanya mereka yang berdomisili di daerah setempat, termasuk juga mereka yang berasal dari Bandung, Jakarta, dan bahkan dari Bima NTT.  Bupati Purwakarta, Bapak Saepul Bahri Binzein, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Prof Dr. Bryan Yuliarto, ST., M.Eng, Ph.D, tokoh masyarakat, Jusuf Hamka, Kapolda Jabar, Kapolres Purwakarta dan perwakilan Ikatan Pimti Perempuan Indonesia dari Jakarta juga turut hadir pada acara tersebut. Pimti hadir atas undangan Kepala BPKP sekaligus Pembina Yayasan Endan Andansih, Dr. Muhammad Yusuf Ateh, Ak., MBA.

Kegiatan diawali dengan peninjauan ke beberapa lokasi Madrasah Aliah (MA) Insan Cendekia Nusantara International Islamic Boarding School, dimana  penerimaan siswa baru akan dimulai di tahun 2026. Kami berbincang mengenai nama madrasah yang menggabungkan sistem MA Insan Cendekia dengan SMA Taruna Nusantara, visi dan misinya, fasilitas penunjang sekolah, program-program sekolah dan kerja sama yang dimiliki, serta dilanjutkan dengan pembukaan Peringatan Isra Mi’raj, dimulai dengan Pembacaan kalam Illahi, sambutan-sambutan, dan tausiyah Ustadz  Dr. Adi Hidayat, LC, MA yang   bertajuk “ Isra Mi’raj sebagai bukti kekuasaan Allah SWT dan kemuliaan Rasullullah SAW”. Beliau menekankan inti dari peristiwa Isra Mi’raj, yakni sebagai  tanda bagi para umat Muhammad SAW yang bertakwa. Ustadz Adi Hidayat lebih lanjut menguraikan makna Isra Mi’raj  melalui perjalanan Nabi Muhammad SAW pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa.

Tiga tanda yang dibahas lebih lanjut: (1) alamat, adalah tanda yang mendekatkan seseorang kepada yang dituju (lebih mendekatkan kepada Allah SWT), (2) Simatum atau isim, artinya nama, yang membedakan satu orang dengan yang lainnya, membedakan satu dzat dengan yang lainnya; serta (3) Ayat, atau tanda-tanda yang mengharuskan lebih dekat dengan Allah SWT. Allah SWT menunjukkan tanda-tanda melalui firmannya yang tertulis pada beberapa ayat pada surat-surat Al-Qur’an, seperti pada Surah Ali-Imran ayat 1 tentang perintah untuk mencari teman yang baik,  Surah Ali Imran ayat 38-39, Surah Al-Isro  ayat 110, Surah Al-Anam ayat 75,  Surah Toha ayat 23, ayat 14 tentang Nabi Musa menjalankan sholat, semua nabi menjalankan sholat.

Isra Mi’raj menjadi waktu dimana Nabi Muhammad SAW mendapatkan perintah langsung dari Allah SWT untuk melaksanakan sholat wajib lima waktu sehari/semalam. Isra Mi’raj berpesan tentang kekuatan iman, dan perintah Allah SWT langsung kepada Nabi Muhammad SA untuk sholat lima waktu yang menjadi inti ibadah, tiang agama  umat muslim dan sebagai sarana komunikasi dengan Allah SWT. Sholat bukan sekedar sebuah ritual tetapi harus lah menjadi alat  komunikasi vertical, berkualitas dari umat kepada Khaliqnya, memohon perlindungan, pertolongan dan memberikan ketenangan batin dalam menghadapi kehidupan di dunia fana.

 Dengan melaksanakan sholat lima waktu, hamba Allah akan terhubung dengan Khaliknya, diwajibkan supaya terdapat koneksi langsung dengan Allah SWT. Peringatan Isra Mi’raj sebagai upaya kita untuk selalu mengingatkan pentingnya  wajib melaksanakan sholat lima waktu sehingga kita sebagai umat selalu mengingat Allah dimanapun dan dalam kondisi apapun, tidak lain untuk meraih ridhoNya.

Tausiyah tersebut diakhiri dengan sholat Ashar berjamaah.

(Laporan: Puji W dan Ida Sundari)