Puncak Peringatan Hari Ibu ke 96 dengan tema ‘Perempuan Menyapa, Perempuan Berdaya” dipusatkan di Kota Tengerang- Provinsi Banten, yang dihadiri oleh berbagai kalangan, mulai dari Hadir pada kesempatan tersebut adalah Istri Wakil Presiden, ibu Selvi Ananda Gibran, Ibu Khofifah Indar Parawansa Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Periode 1999-2021 dan Ibu Linda Amalia Sari Gumelar, Menteri PPPA Periode 2009-2014, Para Menteri, Pimpinan Lembaga Negara, Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama Kementerian/Lembaga, Perwakilan Negara-2 sahabat, Kepala Daerah baik tingkat Provinsi maupun Kota/Kabupaten, hingga jajaran perwakilan Kepala Desa dan wakil perempuan dari berbagai profesi, pegiat Organisasi wanita, termasuk Presidium dan Anggota Ikatan Pimpinan Tinggi Perempuan Indonesia (PIMTI).
Peringatan Hari Ibu (PHI) diperingati oleh seluruh masyarakat Indonesia setiap tahunnya baik di dalam maupun luar negeri. Hal ini ditujukan untuk mengenang dan menghargai perjuangan perempuan dalam merebut dan mengisi kemerdekaan.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak- IBu Arifatul Choiri Fauzi pada sambutannya menyampaikan dan menggarisbawahi bahwa Hari Ibu di Indonesia bukanlah “ Mother’s Day” sebagaimana yang acapkali diperingati di negara lai. Tetapi ia merupakan sebuah momentum yang diselenggarakan untuk memperingati Kongres Perempuan Pertama pada tanggal 22 Desember 1928 di Yogyakarta. Kongres tersebut menjadi sebuah titik penting pergerakan perempuan yang menandai babak baru bangkitnya gerakan perempuan untuk mendukung kemerdekaan Indonesia. Kongres juga membicarakan hak-hak perempuan dalam berbagai aspek, diantaranya dalam pendidikan, pernikahan, perlindungan serta kemajuan untuk perempuan dan anak dan jejaring perkumpulan perempuan di Indonesia
Oleh karena itu PHI di Indonesia bukan hanya untuk mengapresiasi jasa besar ibu, namun lebih dari itu, untuk mengapresiasi seluruh perempuan Indonesia atas peran, dedikasi dan kontribusinya bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara.
Mengangkat tema inspiratif “Perempuan Menyapa, Perempuan Berdaya Menuju Indonesia Emas 204”, mengandung makna mendalam yang mengingatkan kita semua akan pentingnya peran perempuan dalam mewujudkan masa depan bangsa. Menjadi penting bagi kita semua, untuk dapat menyediakan akses yang setara bagi perempuan untuk turut membangun pondasi yang kokoh bagi Indonesia yang lebih baik, maju, inklusif dan berdaya saing global sekaligus papda saat yang sama memberikan perlindungan bagi perempuan dan anak dari kekerasan.
Pada kesempatan tersebut, diresmikan pula Pengembangan Ruang Bersama Indonesia (RBI), Perluasan Fungsi Call Center SAPA 129, dan Penguatan Satu Data Perempuan dan Anak Berbasis Desa sebagai pusat pemberdayaan perempuan dan sekaligus kelanjutan dari program Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA). RBI merupakan sebuah gerakan kolaborasi yang dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat, baik masyarakat sebagai individu, komunitas, maupun organisasi kemasyarakatan.
Ruang Bersama Indonesia (RBI) yang diluncurkan serentak di enam (6) titik di seluruh Indonesia, yaitu Provinsi Jawa Timur (Kabupaten Malang), Provinsi Jambi (Kabupaten Muaro Jambi), Provinsi Kalimantan Selatan (Kabupaten Barito Kuala), Provinsi Gorontalo (Kabupaten Bone Bolango), Provinsi NTT (Kota Kupang), serta Provinsi Banten (Kota Tangerang). Di lokasi ini PIMTI dapat turut berkiprah yang memungkinkan perempuan dapat memaksimalkan potensi dan perannya, dan anak-anak dapat tumbuh berkembang secara maksimal melalui program prioritas pemberdayaan perempuan dan anak.
SELAMAT ULANG TAHUN KE 96 PEREMPUAN INDONESIA